13 Bahaya Memelihara Kucing, Wanita dan Ibu Hamil Wajib Baca!

Diposting pada

Apa bahaya memelihara kucing di rumah? Kucing adalah salah satu hewan yang menjadi favorit untuk dipelihara di rumah. Bentuknya yang menggemaskan dan tingkahnya yang manja membuat setiap orang yang melihatnya menjadi sayang dan ingin bermain-main dengan kucing tersebut.

Untuk memeliharanya pun tidak terlalu merepotkan seperti hewan peliharaan lain. Memelihara kucing tidak hanya disukai oleh anak-anak saja, orang dewasa pun juga suka memelihara kucing. Sangking senangnya, beberapa dari mereka bahkan sering memperlakukan kucing seperti anak mereka sendiri.

Akan tetapi, dibalik tingkah dan bentuk fisiknya yang lucu, tidak disangka ternyata memelihara kucing bisa menimbulkan resiko gangguan penyakit.

Bukan berarti kita harus memusnahkan kucing dari hadapan kita, namun kita harus lebih waspada terhadap bahaya bulu kucing yang tidak terawat yang menjadi salah satu penyebab penyebaran penyakit.

Garis bawahi! Bahaya yang disebutkan disini disebabkan karena penyakit atau kucingmu tidak dirawat dengan baik! 🙂

 

Bahaya kucing bagi ibu hamil

Meme Bahaya Memelihara Kucing
meme bahaya memelihara kucing. via : Cat Humor

Bahaya memelihara kucing paling rentan bagi wanita, karena banyak wanita yang memilih memelihara kucing dibandingkan dengan hewan lain.

Ketika bermain dengan kucing, biasanya kucing itu digendong atau dicium. Padahal bulu kucing yang rontok akan sangat berbahaya jika terhirup.

Berikut adalah beberapa penjelasan mengenai bahaya memelihara kucing bagi manusia, khususnya wanita dan ibu hamil.

 

1. Tokso

Bahaya pertama ialah tokso. Parasit Toksoplasmosis yang ada pada pup kucing. Meskipun tokso tidak hanya ada pada kucing saja, hewan lain juga ada.

Wanita akan kesulitan memiliki anak atau rentan terserang kemandulan jika parasit tersebut tumbuh dan berkembang di dalam sistem reproduksi, hingga terjadi kerusakan pada area alat reproduksi.

Untuk menghindari adanya serangan parasit tokoslpasmosis pada wanita, sebaiknya jagalah kebersihan kucing dengan sering memandikannya dan menjaga kebersihan lingkungan kucing tersebut.

 

2. Kucing penyebab kemandulan?

Bahaya yang kedua, memelihara kucing yaitu bisa menyebabkan kemandulan. Ini merupakan isu yang sering diperbincangkan dalam masyarakat.

Penyebab kemandulan ini adalah adanya parasit Toksoplasmosis yang ada pada fases kucing yang sebelumnya sekitar 2 sampai 3 minggu sudah terinfeksi terlebih dahulu.

Lebih lengkapnya bisa kamu baca di : Bahaya bulu kucing menurut dokter.

 

3. Penyebab cacat bawaan?

Di sisi lain, ada pula bahaya memelihara kucing bagi ibu hamil yang selama ini jarang diwaspadai oleh ibu-ibu yang sedang hamil. Memelihara kucing bisa menyebabkan cacat bawaan hingga keguguran.

Gejala awal dari penyakit yang menyerang ibu hamil akibat memelihara kucing yaitu turunnya daya tahan tubuh dan kemudian secara perlahan-lahan akan menyerang sistem imun bayi yang ada dalam kandungan.

Oleh sebab itu, jika anda dalam keadaan hamil sebaiknya anda menjauhi kucing agar anda dan bayi yang ada dalam kandungan tetap sehat.

Karena tanpa pengawasan kita, terkadang kucing bermain di tempat yang kotor dan memakan sesuatu yang juga kotor.

 

Bahaya memelihara kucing bagi kesehatan lainnya

4. Gejala infeksi

Tanpa disadari ternyata bulu kucing yang tidak bersih bisa menimbulkan beberapa gejala infeksi seperti memar, jaundice, demam, hidrosefalus, pendarahan bawah kulit, hingga pembesaran hati.

 

5. Asma

Tidak hanya berbahaya bagi wanita, memelihara kucing juga bisa menimbulkan bahaya penyakit bagi setiap orang.

Misalnya penyakit asma yang disebabkan karena terhirupnya bulu kucing yang mengandung virus-virus dan kemudian menyerang sistem pernapasan, sehingga bisa menyebabkan asma.

Kecuali jika kucing peliharaan sering dimandikan dan dibersihkan, chance nyebabin asma jadi kecil.

Baca panduannya : Cara memandikan kucing di rumah.

 

6. Alergi

Bahaya miara kucing’ selanjutnya adalah dapat menyebabkan alergi. Alergi tertular dari bulu kucing yang terhirup melalui helaan napas.

Apabila alergi tersebut masuk ke dalam tubuh, maka selanjutnya tubuh akan bereaksi dengan mensintesis histamine dan zat kimia lain yang menjadi pemicu reaksi berupa alergi.

Ada bermacam-macam bentuk alergi yang ditimbulkan, misalnya :

  • bersin
  • batuk
  • sulit bernapas
  • gatal-gatal
  • mata berair

 

7. Penyakit cakar kucing

Selain resiko yang telah dijelaskan sebelumnya, tanpa disadari sebenarnya bahaya memelihara kucing untuk kesehatan juga dapat menyebabkan penyakit cakar kucing.

Penyakit cakar kucing disebabkan oleh bakteri Bartonella Henselae yang ditularkan kepada manusia melalui cakaran dan gigitan kucing.

Karena setelah bermain-main dengan kucing dan menyentuh bulunya, tangan bekas menyentuh kucing kemungkinan sudah terkontaminasi dengan bakteri tersebut, kemudian tidak dibersihkan terlebih dahulu dan tidak sengaja mengusap mata atau bahkan makan.

Selanjutnya, ketika bakteri Bartonella Hensale sudah masuk ke dalam tubuh, akan muncul ciri-ciri penyakit seperti benjolan kecil selama kurang lebih 10 hari disertai dengan rasa mual, muntah, demam dan juga radang.

Namun jika anda memiliki daya tahan tubuh yang bagus, penyakit ini tidak terlalu beresiko bagi kesehatan anda.

Baca juga : Cara Mengobati Jamur Pada Kucing Supaya Tidak Menular.

 

8. Diare

Penyakit ini disebar kan melalui makanan yang kita konsumsi, dimana makanan tersebut sebelumnya sudah dijilat atau diendus oleh kucing yang tidak terawat dengan baik.

Jadi kalau ada makanan yang udah dijilat oleh kucing yang seperti itu, lebih baik jangan dikonsumsi atau dikasihkan aja bagian yang udah dijilat kucing.

Pelajari cara menanganinya : Cara Mengobati Kucing Mencret.

 

9.  Radang paru-paru

Radang paru-paru ini juga disebabkan oleh Toksoplasmosis, dimana penyakit ini bisa masuk ke pembulu daerah kemudian menuju ke paru-paru.

Akibatnya, paru-paru kita bisa iritasi dan bisa meradang juga.

Kemudian dari radang paru-paru tersebut bisa membawa dampak yang buruk bagi sistem eksresi paru-paru. Kalau sudah radang, kan oksigen jadi terhalang..sistem pernafasan jadi rusak 🙁

 

10. Rabies

Tidak cuman anjing yang terkena rabies, semua hewan dan khususnya kucing juga bisa kena. Menurut ahli hewan, rabies ini disebabkan oleh virus lyssaviruses.

Virus lyssaviruses ditularkan lewat hewan yang telah terkena virus ini melalui air liur maupun cakaran.

 

11. Kurap

Kurap bisa menjadi penyakit yang menjangkit kita karena penularan dari kucing yang kalau main kotor-kotoran, tidak langsung dibersihkan tubuhnya.

Penularannya dimana bakteri yang hinggap di bulu kucing dan kita melakukan kontak secara langsung dengan si kucing.

 

12. Pembesaran hati

Tokso lagi tokso lagi. Memang sih penyakit ini bikin takut, karena bisa menyerang jaringan hati yang nantinya bisa bikin kinerjanya.

Kalau jaringan ini rusak, kemampuan hati dalam menguraikan hemoglobin yang salah satu tugasnya membersihkan darah dan menyaring racun bisa nyebabin hati meradang dan membengkak.

 

13. penglihatan terganggu

Bakteri Bartonella Henselae juga Tokso bisa menyebabkan permasalahan kesehatan ini.

Penularannya rata-rata sama, lewat kontak langsung dengan kucing. Misalnya nih ada kucing yang terkena bakteri itu, terus kamu elus-elus badannya. Terus kamu mengusap-usap mata pakai tangan, bisa-bisa tertular.

 

Tips agar terhindar dari bahaya memelihara kucing

Apabila anda tetap ingin memelihara kucing meskipun telah mengetahui bahaya akibat memelihara kucing, sebaiknya usahakan untuk mengatasi atau meminimalisir dampak memelihara kucing.

Caranya gimana?

Dengan memperhatikan kebersihan dan kesehatan kucing yang dipelihara agar dapat meminimalisir parasit yang ada pada kucing tersebut.

Terdapat beberapa hal yang dilakukan dalam melakukan upaya meminimalisir resiko memelihara kucing, yaitu:

 

1. Memberi makanan yang sehat

dengan memberi makananan yang sehat. Makanan yang sehat misalnya makanan yang mengandung protein dan vitamin agar proses pencernaan baik.

2. Memandikan kucing

Selain itu, penting juga memandikan kucing untuk mnghilangkan kutu, jamur hingga parasit yang menempel pada bulu. Gunakanlah shampoo khusus kucing untuk menjaga kebersihan dan keindahan bulu kucing.

3. Memberi vaksin

Jangan lupa untuk memberikan vaksin secara rutin untuk meningkatkan kekebalan tubuh kucing dan melindungi kucing dari serangan virus dan bakteri.

4. Memberi fasilitas buang air yang terawat

Cara selanjutnya yaitu menyediakan tempat buang air besar khusus kucing agar kucing tidak membuang kotorannya sembarangan, sehingga kucing anda pun akan bersih dan sehat.

5. Menjaga kebersihan lingkungan

Sebagai pemilik, seharusnya anda juga memperhatikan kondisi tempat bermain kucing, apakah bersih atau tidak, serta menjaga kebersihan lingkungan tempat tinggal dan kebersihan diri agar terhindar dari bahaya bulu kucing yang dapat menimbulkan penyakit.

 

Intinya, kucing akan tidak berbahaya kalau kamu bisa merawatnya dengan baik. Bahaya memelihara kucing bakalan jauh dari kita deh.

Yang kamu cari?

    bahaya memelihara kucing untuk wanita, apakah dicium kucing harus dibersihkan, akibat pelihara kucing gak hamil com, apakah wajib memelihara kucing, bahaya kucing jika di cium, bagi perempuan yg memrlihara kuving, apakah bahaya merawat kucing, apakah bahaya ibu hamil memelihara kucing, resiko memelihara kucing bagi wanita, akibat sering bermain kucing
Seorang Blogger yang cinta kucing. Menjadi pecinta kucing sejak kecil dan bercita-cita membangun situs Blog Pecinta Kucing yang bermanfaat dan terkenal.

One thought on “13 Bahaya Memelihara Kucing, Wanita dan Ibu Hamil Wajib Baca!

Tinggalkan Balasan