Cara Mengatasi Kucing Stres

Ada beberapa hal yang bisa membuat kucing stres misalnya karena perjalanan panjang, sakit, trauma, pindah rumah, kehilangan anak, bosan, melahirkan, dan bahkan bisa juga karena kesepian.

Stres ini bisa dikenali dengan adanya perubahan sikap misalnya jadi suka menjilat bagian perut, paha bagian dalam, dan juga kaki depannya.

Baca Juga : Ciri-Ciri Kucing Stres

Lalu bagaimana sebenarnya cara mengatasi kucing stres yang tepat? Simak baik-baik pembahasan berikut ini.

1. Bawa ke Dokter Hewan

Bawa ke Dokter Hewan

Langkah pertama yang harus Kamu lakukan adalah membawa kucing kesayangan ke dokter hewan untuk mengetahui apakah ada masalah kesehatan.

Banyak penyakit yang ternyata bisa menimbulkan stres fisik pada kucing. Dokter hewan bisa memberikan saran bagaimana penanganan stres selanjutnya sesuai dengan indikasi penyakit kucing Kamu.

2. Potong Kuku Kucing

potong kuku kucing

Kuman yang terperangkap dalam kuku kucing ternyata juga bisa membuat hewan ini stres.

Karena itu Kamu bisa mulai rutin memotong kuku kucing dan membersihkannya.

3. Basmi Kutu

Basmi Kutu

Kucing bisa punya kutu yang bersembunyi pada bulu-bulunya. Kutu ini bisa menggigit kulit dan menyebabkan iritasi pada kucing.

Kutu yang tertelan juga bisa menyebabkan munculnya cacing pita pada perut kucing.

Jika kucing terus menggaruk-garuk badannya pertanda gatal, maka sebisa mungkin Kamu harus segera menyisir bulunya dengan sisir bergigi mulai dari kepala hingga ekor.

Saat Kamu menemukan kutu pada kucing, segera ambil, bunuh kutunya, dan kemudian buang di tempat sampah agar tidak meloncat ke area lain.

Kamu juga bisa bertanya kepada dokter hewan bagaimana cara menangani kutu pada kucing yang tepat.

Jangan lupa juga untuk rajin membersihkan bulu-bulu kucing yang rontok di rumah agar kesehatan keluarga juga terjaga.

4. Sediakan Tempat yang Nyaman dan Aman

Sediakan Tempat yang Nyaman dan Aman

Kucing juga bisa merasa kurang nyaman atau bahkan terancam meskipun sedang berada di dalam rumah pemiliknya.

Jika kucing peliharaan Kamu merasa kurang nyaman, ia bisa saja menjadi stres. Untuk mengatasinya, Kamu bisa menyiapkan tempat khusus yang nyaman dan aman.

Salah satu langkah mudah adalah dengan menyediakan kotak kardus bekas untuk tempatnya tidur dan bermain.

Agar kucing semakin senang dan betah, Kamu juga bisa membuatkan menara tinggi yang bisa menjadi area bermain, mengasah kuku-kukunya, dan juga beristirahat.

5. Jaga Suasana Damai di Rumah

Jaga Suasana Damai di Rumah

Kucing ternyata punya kepekaan yang tinggi terhadap perubahan kondisi rumah tempatnya tinggal.

Sedikit saja muncul perubahan lingkungan, ia bisa menjadi stres. Misalnya jika tiba-tiba rumah jadi banyak tamu, ada anggota keluarga baru yang tinggal, dan sebagainya.

Karena itu, Kamu bisa menyediakan satu area khusus dalam rumah yang bisa dijadikan tempat persembunyian kucing.

6. Temani si Kucing

Temani si Kucing

Meskipun biasanya saat stres kucing menjadi penyendiri, namun Kamu tak boleh terlalu lama membiarkannya.

Usahakan untuk menemani kucing Kamu bermain atau mengobrol agar hewan kesayangan Kamu ini tak merasa kesepian dan tambah stres.

7. Jangan Dikurung

Kucing stres jangan dikurung

Jika stres yang terjadi pada kucing karena dibawa ke rumah baru atau pemiliknya yang baru, maka jangan sekali-kali Kamu mengurungnya.

Mungkin Kamu berfikir bahwa kucing baru harus dikurung lebih dulu beberapa hari agar terbiasa dengan rumah barunya dan tidak kabur.

Namun ternyata cara ini salah total dan justru bisa membuat kucing stres.

Kalau Kamu baru saja mengadopsi kucing atau justru Kamu baru pindah rumah, maka sebaiknya Kamu tetap melepaskan kucing dari kandangnya.

Biarkan ia bermain-main dan menjelajah area-area dalam rumah Kamu. Lama-kelamaan kucing pasti akan beradaptasi dengan lingkungan baru ini.

8. Jauhkan dari Bunyi-Bunyian yang Keras

Jauhkan kucing stres dari Bunyi-Bunyian yang Keras

Telinga kucing lebih sensitif dibandingkan dengan manusia. Suara keras yang mungkin masih bisa ditahan oleh telinga manusia ternyata kemungkinan bisa membuat telinga kucing terluka.

Misalnya saja ketika di rumah ada suara TV atau musik yang keras bisa membuat kucing jadi tidak nyaman.

Jadi usahakan untuk mengontrol kebisingan suara atau jauhkan kucing dari sumber suara keras.

9. Jauhkan dari Kucing Liar

jauhkan kucing stres dari Kucing Liar

Naluri kucing untuk berkelahi dengan kucing lainnya akan tetap ada. Naluri ini bahkan jauh lebih besar pada kucing liar yang biasanya suka sekali mengganggu kucing peliharaan.

Jadi sebisa mungkin jauhkan kucing peliharaan Kamu dari kucing liar yang suka mengganggu.

10. Ajak Jalan-Jalan

ajak kucing stres jalan jalan

Kucing yang terlalu lama berada di dalam rumah juga bisa stres. Karena itu Kamu perlu mengajaknya jalan-jalan sebentar ke luar rumah seperti di taman ataupun hanya sekedar berkeliling komplek.

11. Minimalisir Persaingan Antar Kucing Peliharaan

Minimalisir Persaingan Antar Kucing Peliharaan

Jika Kamu punya lebih dari satu kucing peliharaan, sebaiknya Kamu memberikan fasilitas yang sama pada kucing-kucing Kamu agar tak ada satupun yang merasa terabaikan.

Kamu setidaknya harus menyediakan:

  • Pastikan menyediakan litter box (kotak pup) dengan pasir bersih untuk masing-masing kucing. Jangan sampai hanya ada 1 litter box padahal kucing peliharaan Kamu ada banyak. Mereka bisa saling berebut saat akan buang air besar atau kecil.
  • Tempatkan beberapa mangkok makanan di berbagai area rumah Kamu agar kucing bisa leluasa makan dan tidak saling berebut satu sama lain.

12. Berikan Zat Zylkene

beri kucing stres Zat Zylkene

Zylkene adalah salah satu zat nutraceutical yang merupakan suplemen makanan dan bukan termasuk obat.

Biasanya zat zylkene ini terdapat pada beberapa produk suplemen khusus kucing.

Zat ini jauh lebih aman dibandingkan dengan obat dan dijual bebas di pasaran. 

Zylkene berasal dari protein susu dan memiliki fungsi sama seperti diazepam yang bisa menghilangkan kecemasan.

Kamu bisa mulai mempraktekkan berbagai cara mengatasi kucing stres yang ada di atas.

Namun hal yang terbaik adalah mengkonsultasikannya dengan dokter hewan lebih dulu agar kucing mendapatkan penanganan yang tepat. Semoga cara di atas bisa membantu ya.

Tinggalkan komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.