Arli Fauzi - Pecinta kucing, saya juga follow akun kocheng di Twitter.

Arli Fauzi

Cara Mengawinkan Kucing

Kamu punya kucing dan ingin kucing kamu punya keturunan? Kamu bisa loh mengawinkan kucing kesayanganmu dengan kucing orang lain.

Tapi, kamu harus tau juga nih gimana cara mengawinkan kucing, karena memang ngga boleh sembarangan.

Nah, buat kamu yang ingin tau, simak nih pembahasan lengkapnya berikut ini.

1. Jaga kesehatan si kucing

Jaga kesehatan si kucing

Kesehatan si kucing menjadi hal yang penting baik jantan maupun betina agar mereka lebih siap serta matang untuk dikawinkan.

Pastikan si kucing terpenuhi kebutuhan gizi serta nutrisi yang cukup. Selain itu juga seringlah ajak mereka bermain untuk menghindari stres, khususnya dalam waktu dekat menuju proses perkawinan.

Tentu saja kucing dewasa yang mempunyai tubuh sehat serta bugar nantinya bisa berpengaruh terhadap hasil perkawinannya atau anak yang akan dilahirkannya.

Mengingat seringkali bayi kucing mewarisi induknya baik sifat maupun resiko penyakitnya.

Karena itu tidak ada salahnya pula Kamu memilih indukan yang bagus dan bebas dari penyakit berbahaya.

Kamu juga bisa memeriksakan kesehatan si betina, khususnya terkait dengan rahimnya kepada dokter hewan.

Hal itu untuk mengetahui apakah indukan tidak mempunyai resiko penyakit yang berbahaya atau tidak.

Begitu pula jaga selalu kebersihan badan si kucing baik betina maupun jantan.

2. Ketahui masa dan ciri birahi

Ketahui masa dan ciri birahi

Hanya kucing dewasa yang siap untuk dikawinkan, sebab secara mental maupun fisik mereka lebih siap.

Selain itu, jika usia indukan baik jantan maupun betina masih terlalu muda bisa menyebabkan stress yang berlebihan saat hamil bahkan pasca melahirkan. Itupun nantinya bisa membahayakan si bayi pula.

Karena itu, ketahui usia kucing kawin terlebih dahulu. Kucing betina umumnya siap kawin mulai usia 5 hingga 9 bulan.

Adapun lama birahi bisa berlangsung selama 4 sampai 10 hari. Sedangkan usia rata-rata kucing jantan yang siap kawin antara 10-12 bulan.

Dalam usia tersebut baik jantan maupun betina sudah cukup matang dan siap.

Kamu bisa melihat dari tingkah si kucing yang sedikit berbeda yaitu sering mengeong, tingkahnya yang manja hingga suka menggulingkan badannya di lantai.

Sedangkan tanda birahi jantan bisa dilihat dari suaranya yang lebih berat serta sering mengeong, terlebih jika melihat kucing betina.

Apabila sudah begitu, segera buat jadwal perkawinan untuk si kucing dan carikan pejantan yang sudah siap kawin pula.

Kamu bisa memilih ras apa saja sesuai dengan selera asalkan sehat pula.

3. Segera lakukan perkenalan dan pendekatan

Segera lakukan perkenalan dan pendekatan

Perkenalan serta pendekatan adalah hal yang penting dalam proses kucing kawin, terlebih kedua kucing adalah peliharaan dan tidak saling kenal.

Hanya saja tidak disarankan untuk menaruhnya di dalam satu ruangan secara langsung supaya tidak berkelahi, mengingat keduanya tidak saling kenal sama sekali.

Ada baiknya untuk menaruh salah satu baik jantan maupun betina di dalam tempat khusus dan membiarkan yang satunya berkeliaran di sekitarnya.

Hal itu bertujuan agar salah satu diantaranya bisa melihat dan mengenal terlebih dahulu. Tandanya biasanya si kucing akan sering mengeong saat melihat calon pasangannya.

4. Buatkan ruangan khusus

Buatkan ruangan khusus

Jika kedua kucing sudah kenal satu sama lain dan tampak saling tertarik, segera buatkan tempat atau ruangan khusus untuknya.

Kemudian masukkan kucing jantan serta betina di dalamnya selama beberapa hari agar lebih dekat dan sebaiknya buatlah sealami mungkin. Karena itu, tidak disarankan keduanya dimasukkan dalam satu kandang.

kucing jantang yang sudah tertarik dengan betina, akan mengejar-ngejar si bentina kemana saja pergi.

Hanya saja terkadang si betina tidak bisa langsung merseponnya, sehingga ia membutuhkan waktu yang lebih lama proses tersebut.

Beberapa bahkan menunggu mood baik untuk segera kawin dengan si jantan.

Setelah itu pisahkan keduanya kembali, dimana si betina biarkan tetap berada di kandang atau ruangan, sementara si jantan biarkan berkeliaran di luarnya.

Lakukan hal demikian hingga beberapa kali dalam beberapa hari.

5. Tempatkan di ruangan atau kandang khusus

Tempatkan di ruangan atau kandang khusus

Setelah kedua kucing saling mengenal dan tertarik satu sama lain, segera masukkan keduanya dalam satu kandang.

Dari situ, dengan sendirinya keduanya akan melakukan perkawinan secara alami tanpa harus kamu paksakan.

Pastikan pula bahwa tempatnya cukup nyaman dan aman dari bahaya mangsa dan sebagainya.

Adapun ciri-ciri kucing kawin adalah si jantan mulai menaiki badan dan menjilat kelamin betina serta sering menggigit tengkuknya.

Jika sudah demikian, Kamu sebenarnya tidak perlu ikut campur dan biarkan saja di dalam kandang selama 4-10 hari. Dalam sehari mereka bahkan bisa kawin lebih dari sekali.

Lalu berapa lama kucing kawin?

Umumnya mereka akan selesai kawin setelah 10 hari dan bisa dipastikan itu berhasil. Tandanya keduanya sudah tidak agresif lagi.

Jika berhasil, tentu kucing betina akan terlihat tanda-tanda kehamilan, sebagaimana berikut:

  • Putting susu yang membesar serta di sekitarnya tampak berwarna merah muda
  • Perut semakin membesar dari waktu ke waktu
  • Berat badan bertambah mulai dari 1-2 kilogram
  • Bulu di sekitar putting susu semakin menipis

Demikian, sebenarnya cara kucing kawin sama saja antara kucing liar dengan peliharaan.

Hanya saja Kamu perlu mengarahkan dan membantunya untuk mengenalkan dengan jantan yang belum dikenalnya agar lebih mudah melakukan perkawinan secara alami.

Tentu saja Kamu juga harus memantau kesehatannya selama proses tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.