Arli Fauzi - Pecinta kucing, saya juga follow akun kocheng di Twitter.

Arli Fauzi

Cara Merawat Anak Kucing Baru Lahir

Kucing adalah salah satu hewan yang digemari untuk dipelihara karena tingkahnya yang lucu dan menggemaskan, terutama anak kucing yang baru lahir.

Tapi walaupun anak kucing itu lucu, perawatan anak kucing bisa dibilang lebih ribet dibandingkan dengan kucing dewasa loh.

Apalagi untuk anak kucing yang baru lahir, untuk itu kamu sebagai pemilik kucing harus tau nih cara merawat anak kucing yang baru lahir.

Peralatan Merawat Anak Kucing Baru Lahir

Peralatan Merawat Anak Kucing Baru Lahir

Saat merawat anak kucing yang baru lahir, ada beberapa peralatan yang perlu Kamu miliki untuk kebutuhan anak kucing yang baru lahir.

Mungkin peralatan yang dibutuhkan berbeda-beda tergantung keadaan, tetapi kebutuhan peralatan tersebut dapat disesuaikan.

1. Tempat tidur kucing dan selimut

Tempat tidur kucing dan selimut

Anak kucing yang baru lahir perlu ditempatkan di tempat yang hangat, Kamu bisa menggunakan keranjang plastik bekas ataupun kardus yang kuat untuk menempatkan anak kucing.

Sebelum menempatkan anak kucing, beri tempat tidur tersebut selimut untuk menghangatkan tubuh kucing.

Selimut yang digunakan bisa berupa kain yang tebal ataupun handuk bekas untuk menjaga suhu tubuh anak kucing tetap hangat.

2. Susu anak kucing

Whiskas Milk For Cats

Beri anak kucing susu yang khusus dan disarankan oleh dokter hewan ataupun petshop.

Kamu bisa simak artikel Susu Kucing untuk tau susu yang cocok untuk anak kucing.

Selain susu, Kamu juga perlu mempunyai botol susu untuk memudahkan saat memberi susu pada anak kucing.

3. Peralatan untuk membersihkan anak kucing

Peralatan untuk membersihkan anak kucing

Anak kucing yang baru lahir juga perlu dibersihkan, gunakan kapas atau kain yang lembut untuk membersihkan tubuh anak kucing sebelum mereka dapat membersihkan tubuhnya sendiri.

Langkah Merawat Anak Kucing Baru Lahir

Nah, setelah kamu tau apa saja yang perlu dipersiapkan, kamu harus tau juga bagaimana langkah-langkah merawat anak kucing.

1. Pastikan dan jaga anak kucing agar selalu hangat

Pastikan dan jaga anak kucing agar selalu hangat

Jika Kamu menemukan anak kucing yang lahir tanpa induk kucing, Kamu harus langsung melindungi anak kucing tersebut agar tidak kedinginan.

Kamu bisa melindunginya dengan cara membawa kucing tersebut dan menempatkannya di balik pakaian yang dekat dengan kulit sehingga tetap hangat.

Anak kucing yang baru lahir tidak mampu menghasilkan panas yang cukup untuk tubuhnya sendiri sampai berusia 3 hingga 4 minggu.

Umumnya induk kucing dan sesama anak kucing akan saling menghangatkan satu sama lain.

Selama minggu pertama sejak lahir, Kamu harus selalu menjaga suhu badan anak kucing antara 31 sampai 33 derajat celcius.

Pada dua minggu berikutnya, anak kucing membutuhkan suhu tubuh sekitar 27 derajat celcius. Baru setelah anak kucing berusia 5 minggu, anak kucing sudah dapat bertahan pada suhu di bawah suhu kamar.

2. Beri susu untuk anak kucing

Top Growth Kitten Milk

Anak kucing yang baru lahir perlu diberi susu yang diformulasiklan khusus untuk anak kucing yang baru lahir.

Biasanya susu untuk anak kucing baru lahir direkomendasikan oleh dokter hewan atau dapat dibeli di petshop.

Jangan sampai Kamu memberikan susu manusia untuk anak kucing, karena susu tersebut mengandung laktosa yang tinggi sehingga dapat merusak saluran pencernaan anak kucing tersebut.

Pemberian susu bisa dilakukan menggunakan alat tetes mata atau botol susu khusus untuk anak kucing.

Jika Kamu mempunyai alat tetes mata, hati-hati saat memberi susu tersebut, jangan sampai Kamu memaksa memasukkannya.

Biarkan anak kucing tersebut menghisap perlahan dengan kecepatannya. Jika Kamu memaksanya, bisa jadi susu akan masuk ke paru-paru anak kucing yang bisa mengakibatkan pnemonia.

Pastikan peralatan yang digunakan steril sebelum dipakai.

3. Beri stimulasi agar anak kucing dapat BAB

Beri stimulasi agar anak kucing dapat BAB

Saat ada induk kucing, induk kucing tersebut akan merawat mulut dan anus anak kucing.

Induk kucing akan menjilat perut anak kucing, sehingga dapat mendorong kotoran yang ada di dalam perut dan anus anak kucing.

Jadi, Kamu perlu menggosok perut dan anus anak kucing menggunakan bola kapas dan tisu yang dibasahi menggunakan air hangat secara lembut.

Hal tersebut dapat membantu mendorong pembuangan kotoran dan membuat anak kucing tetap bersih.

4. Pastikan kebersihan tubuh anak kucing

Pastikan kebersihan tubuh anak kucing

Anak kucing banyak menghabiskan waktunya untuk tidur, sehingga pada area sekitar mata anak kucing akan terdapat banyak kotoran mata.

Bersihkan area tersebut pada saat anak kucing bangun, sehingga anak kucing dapat melihat dengan baik saat membuka mata.

Caranya cukup mudah, Kamu perlu mencelupkan kapas ke dalam air hangat, usapkan kapas tersebut ke area sekitar mata anak kucing dengan perlahan sampai kotoran yang ada hilang.

Saat Kamu memberi makan dan membersihkan anak kucing, jangan lupa untuk membersihkan bulunya dengan handuk basah yang hangat.

Hal tersebut akan membantu untuk membersihkan bulu kucing, memberi perasaan diperhatikan, dan mengajarkan anak kucing tersebut untuk membersihkan dirinya sendiri.

5. Proses penyapihan

Proses penyapihan

Kamu sudah bisa untuk mulai menyapih anak kucing saat anak kucing tersebut telah berusia 4 minggu.

Pertama, mulai dengan memberinya susu di mangkuk. Setelah itu, beralih ke makanan kucing padat secara perlahan.

Kamu bisa membasahi makanan tersebut dengan air atau susu. Proses tersebut membutuhkan waktu dan tidak secepat yang Kamu bayangkan.

Saat Kamu mulai memberi susu di mangkuk, kurangi pemberian susu dalam botol.

Saat Kamu memutuskan untuk merawat anak kucing yang baru lahir, pastikan untuk merawatnya dengan baik dan coba untuk memenuhi segala kebutuhannya.

Memang merawat anak kucing ini gampang-gampang susah dan dibutuhkan perhatian lebih agar anak kucing dapat tumbuh dan berkembang dengan sehat tanpa penyakit.

Makanan Kucing Basah

Arli Fauzi
3 min read

Cara Memanggil Kucing

Arli Fauzi
2 min read

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.