Arli Fauzi - Pecinta kucing, saya juga follow akun kocheng di Twitter.

Arli Fauzi

Distemper pada Kucing

Apakah kamu salah satu penggemar hewan bernama latin felis catus (kucing)?

Hewan berkaki empat dengan bulu halus ini memang sudah begitu dekat dengan kehidupan manusia bahkan sejak 6000 SM.

Tak heran, jika si hewan manis ini menjadi peliharaan yang dekat dengan kehidupan kita. Saking dekatnya, pasti kamu akan merasa khawatir jika kucing kesayangan kamu sakit. Distemper pada kucing misalnya.

Banyak penyakit yang mungkin menyerang kesehatan kucing seperti diare, mata berair, batuk, deman, dan distemper.

Nah diantara penyakit-penyakit itu distemper termasuk salah satu penyakit pada kucing yang perlu diwaspadai dan mendapat perhatian khusus.

Kucing yang sakit akan membuat kita selaku pemiliknya gusar bukan?

Mari kenali distemper sebelum dia menjangkit kucing kita.

Apa itu distemper pada kucing?

Distemper pada Kucing, via catguide.com
Distemper pada Kucing, via catguide.com

Distemper pada kucing, apa itu?

Pernahkan kamu mendengar kata distemper?

Distemper adalah nama penyakit yang dapat menjangkit kucing. Penyakit ini disebut-sebut dapat menyebabkan kematian bagi kucing yang terserang. Wah, mengerikan juga penyakit Feline Panleukopenia atau distemper ini.

Penyakit ini mudah menyerang anak kucing, sistem imun yang belum kuat pada anakan kucing memudahkan virus menyerangnya.

Pemberian Vaksin pada Kucing, via www.cuteness.com
Pemberian Vaksin pada Kucing, via www.cuteness.com

Melakukan vaksinasi adalah cara aman untuk mencegahnya.

Vaksin ini sangat penting dalam merawat anak kucing.

Sebaiknya dilakukan sebelum anak kucing memasuki usia 2 bulan.

Kemungkinan untuk sembuh dan bisa diselamatkan dimiliki oleh kucing terserang yang telah di vaksin sebelumnya. Jadi, bagi kucing dewasa yang pernah vaksin, bisa saja sembuh.

Lain halnya dengan kucing kecil yang terserang dan sama sekali belum pernah menjalani vaksinasi, kemungkinan dia mati mencapai 90%.

Kucing dengan sistem imun rendah, dapat mengalami kematian setelah dua minggu sampai satu bulan setelah terserang virus feline parvo ini.

Perjalanan distemper dalam tubuh kucing dapat terlihat sekitar satu minggu pasca terinfeksi, kucing akan mengalami anoreksia (penurunan berat badan akut), serta depresi karena sistem syaraf sudah terserang.

Kemudian, virus akan menyebar ke sistem pencernaan dan pernafasan.

Dengan sistem imun rendah pada kucing, misalnya jika didukung oleh perubahan cuaca yang tak tentu, virus akan membelah diri dan semakin memperluas serangan. Bukan hanya di usus, bahkan hingga sampai ke otak.

Ini akan memperparah kondisi kucing bahkan pada tahap kritis.


Gejala distemper pada kucing

Bagaimana mengenali tanda atau gejala yang mungkin dialami oleh kucing yang terserang virus distemper?

Untuk mencegah kemungkinan kondisi kucing kamu semakin parah jika memang terserang distemper.

Berikut ini adalah beberapa gejala distemper kucing yang harus kamu kenali :

Kucing sering Muntah
Kucing sering Muntah
  1. Sering muntah, muntahannya bisa berwarna kuning
  2. Nafsu makan berkurang drastis, bahkan tidak mau makan sama sekali
  3. Tidak mau minum
  4. Kaku, kurus, pucat (anoreksia)
  5. Lesuh berlebihan, bahkan menyebabkan kucing sulit berdiri
  6. Depresi
  7. Demam tinggi
  8. Suka menyendiri dan mencari tempat yang cenderung dingin
  9. Kejang
  10. Diare

Beberapa gejala tersebut disebabkan karena kucing mengalami penurunan kadar sel darah putih,dan kerusakan usus serta penurunan fungsi hati.

Maka, beberapa diantaranya juga mengalami semacam penyakit kuning.

Kucing Suka Menyendiri
Kucing Suka Menyendiri, via www.petcha.com

Penyebab distemper pada kucing

Distemper disebabkan oleh suatu virus (feline parvo) yang menyerang organ pencernaan kucing (khususnya usus), sistem pernafasan dan sitem syaraf pusat.

Karena disebabkan virus, penyakit ini punya kemungkinan untuk menular kepada hewan sesamanya. Bisa melalui air liur, udara (nafas kucing), muntahan, kotoran, air minum dan makanan yang sudah terkontaminasi dan sebagainya.

Untuk mencegah kontaminasi virus pada kucing atau hewan lain, sebaiknya selalu cuci dengan cairan deinvektan semua peralatan kucing yang dicurigai terjangkit distemper.

Membersihkan Peralatan Kucing
Membersihkan Peralatan Kucing

Bila perlu, lakukan vaksinasi rutin setahun sekali pada kucing kamu untuk membantu pertahanan dirinya terhadap penyakit mematikan ini.


Cara mengobati distemper pada kucing

Mengingat akibatnya yang fatal, penyakit distempar harus segera diatasi. Kemungkinan akibat fatal yang timbul akan semakin dapat diminimalisir mana kala sistem imun kucing tinggi.

Artinya, semakin kebal sistem pertahanan tubuh kucing terhadap virus ini, maka kemungkinan penyebaran virus dalam tubuh semakin kecil, dan sebaliknya.

Cara pengobatan yang bisa kamu upayakan untuk mencegah meluasnya virus yaitu memberikan antibiotik kepada kucing. Antibiotik ini nantinya akan membantu kucing membangun kembali sistem imun tubuhnya.

Selain itu, berikan asupan vitamin A dan B. kedua vitamin ini juga akan membantu tubuh memperbaiki sel rusak, dan menguatkan tubuh.

Jika kamu ragu, karena usaha diatas tidak membawa hasil signifikan atau perbaikan, sebaiknya hubungi dokter hewan, agar kucing kamu bisa terselamatkan.

Karena gejala akutnya juga ditandai dengan kucing muntah serta diare, biasanya kucing akan diberi resep dokter  untuk menangani gejala muntabernya.

Membawa Kucing ke Dokter
Membawa Kucing ke Dokter

Membawa kucing yang terserang distemper ke dokter juga akan membantu kucing mengurangi dehidrasi.

Karena dokter akan memberi kucing cairan infus yang untuk mengganti cairan tubuh yang hilang selama diare. Sehingga kucing tak akan terlalu lemas.

Melakukan cek up rutin tiap 6 bulan sekali pada kucing kamu juga bisa dilakukan dalam rangka memantau kesehatannya.

Meskipun distemper di klaim tidak menular ke manusia, tak ada salahnya kamu tetap menjaga kontak dengan masker dan sarung tangan untuk menghindari kontak langsung virus ini kepada kamu.

Kucing menjadi Lincah dan Sehat
Kucing menjadi Lincah dan Sehat

Melihat kucing peliharaan lincah, riang dan sehat akan menjadi kesenangan tersendiri karena memelihara kucing dapat memperbaiki mood pemiliknya.

Serta mendatangkan pahala jika kita mampu menjaga dan merawat kucing dengan baik.

Jadi, selalu awasi dan terapkan pola hidup sehat pada kucing itu penting untuk mencegah mencegah sejak dini penyakit distemper pada kucing ataupun penyakit-penyakit lain ya!

Penyakit Cakar Kucing

Arli Fauzi
2 min read

Parasit pada Kucing

Arli Fauzi
2 min read

2 Replies to “Distemper pada Kucing”

  1. Kak kucing ku juga gitu
    Udah 3 hari ini gejalanya mirip tapi dia gak diare dan kejang
    Demamnya udah hilang
    Hari ini baru aki kasih stimuno menurut kakak obatnya kira-kira apa ya
    Saya gak tega kalau lihat dia lemes gak mau makan biasanya aktif
    Tolong share obatnya ya kak

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.