Kucing Makan Nasi

Kucing bisa dibilang jadi salah satu hewan peliharaan yang gampang makan, kucing bisa diberi makanan kucing yang dijual di pet shop, bahkan kucing juga bisa diberi makanan seperti manusia.

Banyak pemilik kucing yang memberikan kucing makanan berupa nasi yang dicampur dengan ikan.

Ikan memang merupakan makanan kucing, tetapi sbenernya apakah kucing boleh memakan nasi?

Mungkin sebenarnya boleh-boleh saja, namun hal ini bisa menjadi hal yang kurang tepat untuk memberikan nasi sebagai makanan kucing, terdapat beberapa alasan mengenai hal tersebut:

1. Kucing merupakan makhluk pemakan daging atau karnivora

Kucing merupakan makhluk pemakan daging atau karnivora

Secara alami, sebenarnya kucing merupakan hewan karnivora yang merupakan pemakan daging, bukan merupakan hewan ornivora yang pemakan segala.

Pencernaan kucing didesain sebagai organ pencernaan untuk makhluk pemakan daging atau karnivora obligat. Kucing berbeda dengan anjing yang merupakan hewan omnivora.

Selain daging, anjing juga memerlukan nutrisi lainnya, misalnya seperti sumber karbohidrat dan zat lainnya.

Sementara itu, kucing mempunyai keuinikan tersendiri, pencernaan kucing memerlukan beberapa protein dan asam amino, di mana zat tersebut tidak dapat didapatkan dari bahan makanan selain ikan, ayam, maupun daging.

2. Ternyata, nasi dan ikan memiliki kandungan gizi yang kurang untuk kucing

Ternyata, nasi dan ikan memiliki kandungan gizi yang kurang untuk kucing

Kucing yang diberi makan nasi dicampur dengan ikan, di mana porsi nasi dua kali lebih banyak dibandikan dengan porsi ikan, maka kucing tersebut dapat kekurangan berbagai nutrisi, sepeti zinc, lemak, vitamin B12, dan vitamin E.

Mineral dan vitamin tersebut sangat diperlukan dan sanagt penting untuk mendukung pada metabolisme tubuh kucing.

Apabila kucing mengalami kekurangan zat-zat tersebut, maka akan menyebabkan kondisi tubuh kucing yang terganggu dan tidak seperti seharusnya.

Agar metabolisme tubuh kucing bekerja dengan baik, sudah seharusnya Kamu memberi makan kucing berupa protein hewan seperti yang memang dianjurkan.

Hal ini untuk mencegah terjadinya masalah pada metabolisme tubuh kucing dan berbagai penyakit pada diri kucing.

3. Kucing merupakan hewan yang membutuhkan kebutuhan nutrisi yang berbeda

Kucing merupakan hewan yang membutuhkan kebutuhan nutrisi yang berbeda

Kucing memerlukan nutrien yang hanya bisa ditemukan pada bahan makanan yang merupakan sumber protein hewani, seperti asam linoleat, asam arakidonat, citamin A, vitamin B, asam amino taurine, dan arginine.

Kucing berbeda dengan hewan omnivora dan herbivora lainnya yang dapat mensitesa vitamin yang berasal dari bahan makanan apapun termasuk tanaman, kucing tidak dapat melakukan sintesa vitamin tersebut.

Sehingga kebutuhannya perlu dipenuhi dari luar. Vitamin-vitamin yang diperlukan oleh kucing biasanya terdapat dalam bahan makan hewani.

4. Kelebihan konsumsi nasi bisa mengakibatkan gangguan kesehatan dan diare

Kelebihan konsumsi nasi bisa mengakibatkan gangguan kesehatan dan diare

Di dalam tubuhnya, kucing memiliki enzim amilase yang sedikit. Enzim amilase berfungsi untuk mengubah karbohidrat kompleks menjadi bentuk yang lebih sederhana.

Pada hal ini yaitu merubah nasi dalam bentuk karbohidrat menjadi glukosa. Namun, pada kucing tidak semua karbohidrat yang ada dapat dirubah menjadi glukosa, karena keterbatasan enzim amilase.

Kelebihan karbohidrat dalam saluran pencernaan kucing akan menyebabkan peningkatan fermentasi mikroba yang akan mengakibatkan keseimbangan mikroba pada saluran pencernaan terganggu, akhirnya kucing akan mengalami diare atau mencret. Bau feses kucing juga akan menjadi lebih tidak mengenakan karena feses menjadi lebih asam.

Banyaknya kandungan karbohidrat yang tidak bisa tercerna pada tubuh kucing dapat meningkatkan fermentasi bakteri di saluran pencernaan yang akan menyebabkan kembung.

5. Nasi adalah karbohidrat, namun kucing tidak terlalu membutuhkannya

Nasi adalah karbohidrat, namun kucing tidak terlalu membutuhkannya

Nasi merupakan salah satu karbohidrat yang apabila dikonsumsi akan menghasilkan energi.

Tetapi, berbeda dengan kucing, untuk mendapatkan energi, kucing tidak memerlukan asupan karbohidrat untuk dirubah menjadi energi, melainkan energi tersebut dihasilkan dari sintesa protein.

Oleh karena itu, kucing tidak memerlukan nasi untuk makanannya. Kucing hanya memerlukan protein hewani agar dapat hidup.

Memberi makan kucing dengan nasi dan campuran makanan lainnya mungkin sudah menjadi suatu hal yang biasa bagi banyak orang.

Namun, ternyata hal tersebut tidak diperlukan dan tidak dianjurkan untuk diberikan kepada kucing peliharaan.

Kucing merupakan makhluk karnivora yang membutuhkan sumber makanan protein hewani untuk dirubah menjadi energi.

Jadi gimana? Masih mau kasih makan kucing dengan nasi?

Tinggalkan komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.