Arli Fauzi - Pecinta kucing, saya juga follow akun kocheng di Twitter.

Arli Fauzi

Nama Kucing Nabi

Bagi muslim, tentunya tidaklah asing mendengar cerita bahwa nabi Muhammad SAW merupakan seorang pecinta kucing.

Nama kucing nabi adalah Muezza, yang begitu dicintai dan dipelihara oleh nabi dengan sangat baik.

Dari sekian banyak binatang, nabi Muhammad mengutamakan hewan kucing sebagai peliharaan yang harus dipelihara dan dijaga dengan perilaku lemah lembut.

 

Perilaku Nabi Muhammad yang Menyayangi Muezza

  • Saat adzan

    Muezza yang sedang Tertidur
    Muezza yang sedang Tertidur

 

Pernah suatu kali saat adzan tiba, nabi hendak pergi untuk sholat. Sebelumnya, nabi perlu memakai jubahnya terlebih dahulu. Namun, Muezza sedang tertidur di atas jubahnya, tepatnya di bagian lengannya.

Apa yang dilakukan nabi?

Nabi memilih untuk menggunting bagian jubahnya tersebut, bukan membangunkan apalagi mengusir Muezza. Nabi ingin kucingnya tersebut tidur dengan tenang.

Setelah itu, nabi mengelusnya sebanyak 3x dengan lemah lembut yang berarti didoakan agar kucing memiliki tujuh kehidupan dan mampu hidup sendiri meski tidak dipelihara, kapanpun dan dimanapun.

 

  • Saat memberikan khotbah

Suatu ketika nabi Muhammad memberikan khotbah, Muezza tertidur di atas pangkuannya.

Muezza Duduk di Pangkuan
Muezza Duduk di Pangkuan

Nabi sama sekali tidak merasa terganggu. Bahkan, nabi membiarkan Muezza tertidur dengan pulas tanpa mengganggunya sama sekali.

 

  • Meminum dari bejana yang sama

Hal ini jarang dilakukan oleh banyak para pecinta kucing. Kucing memang binatang yang domestik dan banyak dipelihara, tetapi jarang yang memelihara mau mencium atau menggunakan bejana atau tempat makan yang sama dengan kucingya.

Berbeda dengan nabi Muhammad, Muezza yang merupakan nama kucing nabi tersebut malah diperlakukan berbeda dari pemelihara biasanya.

Minum dalam Satu Tempat
Minum dalam Satu Tempat

Nabi Muhammad tidak segan untuk minum dengan menggunakan peralatan yang sama dengan Muezza, bahkan meskipun itu tidak dicuci sekalipun.

 

  • Menganggap bahwa kucing bukan barang dagangan

Dari hadis yang diriwayatkan oleh Jami’ Tirmidhi,

“Rasulullah telah melarang untuk memakan dan memperdagangkan kucing”.

Sementara dari riwayat Sahih Muslim mengenai perdagangan kucing,

“Nabi Muhammad menolak dan tidak menyukai itu”.

Saking sayangnya Rasul terhadap kucing, itu sebabnya dilarang untuk memakan daging kucing atau melakukan jual beli. Di sisi lain, jika sudah tidak mampu memelihara kucing, maka sebaiknya diberikan ke mereka yang sanggup.

 

 

  • Dipelihara tanpa harus dikekang

Hadis yang diriwayatan oleh Ibnu Majah berbunyi dari Abu Hurrairah berbunyi,

“kucing tidak akan pernah mengganggu orang yang memeliharanya, karena ia adalah sesuau yang sangat berguna di dalam rumah”.

Juga perkara memberikan makan minum, tempat tidur yang nyaman, juga kewajiban untuk memberikan kucing agar tetap bebas bergerak kemanapun ia mau.

Dalam ajaran agama islam, memperlakukan kucing dengan tidak baik apalagi sampai menyakitinya termasuk ke dalam dosa.

Kucing Bebas Tanpa Dikekang
Kucing Bebas Tanpa Dikekang

Kucing merupakan binatang yang sudah sepatutnya dicintai dan dihargai keberadaannya. Sama seperti Muezza, nama kucing nabi yang istimewa pada saat itu. Terlebih, memelihara kucing tercantum dalam hadis.

Sekilas cerita singkat tentang Muezza, kucing Rasulullah SAW. Semoga dapat memberikan manfaat untuk kita semua, aamiin.

Mitos Nabrak Kucing

Arli Fauzi
2 min read

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.